anyeonghaseo everibodih???,apa kabar?,kembali lagi dengan fairy di blog seuntai pelangi ini. Maaf nih sebelumnya karena fairy enggk bisa ngepost selama beberapa hari kemarin,dikarenakan terjadinya peperangan antara soal dan pelajar alias ulangan (le to the bay).maaf banget ya maaf,..
kayaknya fairy gak akan basa basi lagi nih,kita langsung ngelanjutin ff A Change yang kmaren yo!!!
good reading!! ^^
“Oppa, neomu apa*!” ujar Pixie yang masih bertahan dalam posisi hampir
tersungkur. Irghi kebingungan, jika ia melepaskannya Pixie terjatuh, jadi Irghi
memutuskan untuk |
menarik tas Pixie lagi, dan otomatis Pixie juga tertarik. Dan sekarang Pixie berada di pelukan Irghi, Pixie langsung menjauh dari Irghi, Irghi mendekat.
menarik tas Pixie lagi, dan otomatis Pixie juga tertarik. Dan sekarang Pixie berada di pelukan Irghi, Pixie langsung menjauh dari Irghi, Irghi mendekat.
“Oppa, jangan mendekat!” ujar
Pixie takut.
“Mianhae Pixie, aku tak
bermaksud seperti itu” Irghi menjelaskan.
“Oppa, aku malu.. Kita di
perhatikan orang-orang” ujar Pixie sambil menunduk malu. Irghi memperhatikan
sekitarnya, lalu meminta maaf dan langsung mengajak Pixie memasuki ruangan di
ujung koridor.
“Annyeonghaseo” ucap Irghi dan Pixie saat
memasuki ruangan. Ada dua orang anak yang menjawab salam mereka.
“Dokter sudah datang?, cepat
sekali?” kata anak pertama. Pixie kaget mendengarnya dan langsung melirik Irghi
heran.
“Gadis di sebelah Dokter itu
siapa?, wah Dokter menduakan aku, dia pasti yeojacingu*nya Dokter” sahut anak
kedua. Irghi menggeleng-gelengken kepalanya, sedangkan Pixie menunduk malu.
“Bukan, dia temanku” jelas
Irghi.
“Iya, aku bukan yeojacinghunya,
aku hanya berteman dengannya” ujar Pixie.
“Uhh,, aku kira kau yeojacingunya
kenalkan aku Kim Cherry, aku adalah yeojacingu Dokter Irghi. Jangan
berani-berani mengambil Dokter Irghi dariku, oke!” jelas anak kedua. Pixie dan
Irghi tersenyum.
“Kau ini, seharusnya kau
memanggilnya eonny. Maafkan adikku noona*!, perkenalkan aku Jason Kim, sekali
lagi maafkan adikku!” anak pertama yang bernama Jason itu membungkuk di atas
ranjangnya.
“Senang berkenalan dengan
kalian, kalian anak-anak yang manis” Pixie tersenyum.
“Oh ya, Park Pixie imnida, panggil saja
Pixie, salam kenal” lanjut Pixie sambil membungkuk.
“Senang berkenalan denganmu”
jawab Jason dan Cherry.
“Dokter, sekarang ajarkan aku
soal fisika lagi!” pinta Cherry. Irghi langsung mengambil whiteboard di
belakang ranjang Cherry dan menjelaskan semua soal yang di tanyakan oleh Jason
dan Cherry. Karena Pixie tak betah melihat rumus-rumus fisika yang di ajarkan
Irghi pada Jason dan Cherry, ia tertidur di kursi yang ada di ruangan itu.
Setelah Irghi selesai mengajari Jason dan Cherry, Irghi menoleh dan menemukan
Pixie tertidur di kursi.
“Wahh, pasti Noona lelah hari
ini, sampai tertidur di kursi keras itu” ujar Jason polos.
“Iya, lihat dia tertidur sangat
pulas di situ” lanjut Cherry. Irghi mendekati Pixie yang sedang tidur, Ia
memandangi Pixie. Tiba-tiba Pixie mebuka matanya, Irghi langsung menjauh.
“Hoaam,, kalian sudah selesai?”
tanya Pixie sambil menguap. Cherry, Jason dan Irghi tertawa.
“Kenapa kalian tertawa?” tanya
Pixie bingung, mereka hanya menggeleng. Irghi berpamitan dengan Jason dan
Cherry, lalu mengajak Pixie pulang.
“Setelah ini kau mau kemana?,
aku menurutimu” tanya Irghi.
“Bagaimana kalau kita membeli
ice cream dan duduk di taman kota, mau tidak?” tawar Pixie, Irghi mengangguk.
Mereka langsung mencari ice cream dan menuju ke taman kota.
“Mhh, boleh aku bertanya oppa?”
tanya Pixie sambil menikmati ice cream coklatnya.
“Ne*,, mwo*?” Irghi balik
bertanya.
“Apa kau seorang Dokter?,
lalu Cherry dan Jason itu siapa?, apa mereka pasien yang harus oppa tangani?,
mereka sakit apa?, perasaan mereka terlihat baik-baik saja” Pixie meluncurkan
banyak pertanyaan. Irghi menghela nafas dalam-dalam dan tersenyum.
“Bukan, aku belum menjadi Dokter, tapi Dokter itu cita-citaku dari dulu,
Cherry dan Jason, mhhh.... Mereka bukan siapa-siapaku, dulu aku menolong mereka
dari tabrakan beruntun, yang hampir merenggut nyawa mereka. Orang tua mereka
meninggal di ambulance, sedangkan mereka, mhh.. Kau tahu kenapa tadi mereka
tetap memakai selimut?” tanya Irghi.
“Ahh, aku tahu, pasti mereka
sudah kedinginan, jadi mereka mamakai selimut” jawab Pixie polos. Irghi
bergidik.
“Bukan itu Pixie.. Kaki mereka
hancur, dan harus di amputasi. Mereka adalah pasienku, walaupun aku bukan
seorang Dokter, mereka tetap pasienku.. Aku sudah berjanji pada Tuhan akan menolong seseorang
yang sedang membutuhkan batuanku.. Setelah itu fisik mereka menjadi rentan
sakit, keluarga mereka tak ada yang mau memperdulikan mereka, jadi aku harus
memperdulikan mereka, aku tak mau mereka menjadi sepertiku” lanjut Irghi sambil
menatap langit sore di atasnya, terlihat ada sebutir air mata terjatuh dari
mata lembutnya.
“Oppa, uljima*!, aku tak mau oppa
menangis” Pixie menghapus air mata Irghi dengan lembut, Irghi menatap Pixie
sambil tersenyum.
“Mmhh,, gumawo Pixie, kau pasti
ingin tahu kenapa aku tak ingin mereka menjadi sepertiku?” Irghi kembali
menatap langit sore.
“Tidak, jika itu bisa membuat oppa
menangis, ku akan menyimpan pertanyaan itu” jawab Pixie.
“Aku akan menceritakannya
padamu, aku janji aku tak akan meneteskan air mata lagi. Dulu, Ommaku sakit
parah, sedangkan kami tak mempunyai biaya untuk mengobatinya, Appa* sudah tak
ada lagi di dunia saat itu, aku dan Nonnaku berusaha mencari biaya. Namun, kami
tak mendapatkan biaya sedikitpun, hingga akhirnya penyakit Omma* telah membawa
Omma bertemu Tuhan. Di saat itu aku tak bisa melakukan apapun, aku hanya bisa
menatap jasad Omma sambil menangis tersedu. Untuk mengkebumikan jasadnya pun
kami meminjam uang tetangga, kau tahu apa yang aku lakukan setelah itu?” tanya
Irghi.
“Mhh,, mollayo*” jawab Pixie
dengan gaya lugunya, Irghi tersenyum lalu melanjutkan ceritanya.
“Kau ini... Setelah kejadian itu
aku dan Noona mulai belajar dan berusaha dengan keras, apapun kami lakukan
supaya bisa bersekolah, dan hasilnya cukup memuaskan, aku mendapatkan beasiswa
di SMP Sky, Nonna juga berhasil menunjukkan hasil belajarnya dan akhirnya ia
bisa bekerja. Aku belajar agar aku bisa menjadi seorang Dokter, dan saat aku
mulai menjadi Dokter nanti, aku akan membuka klinik pengobatan gratis. Agar
semua orang yang tidak mempunyai biaya masih tetap bisa berobat, agar semua
orang tak perlu susah payah untuk memikirkan biaya. Aku tak mau semua orang
miskin yang sakit akan berakhir di pemakaman, aku mau mereka hidup bahagia
bersama keluarganya” jelas Irghi. Ia menatap Pixie yang menangis dalam diam.
“Pixie , uljima!, tadikan kau
yang menyuruhku untuk tak menangis, tapi kenap sekarang kau yang menangis?,
jaebal* uljima!” Irghi menghapus air mata Pixie.
“Oppa, aku juga ingin sepertimu,
aku akan belajar, aku juga ingin menolong banyak orang, aku akan membuktikannya
oppa!, aku akan membuktikan kalau aku bisa!. Gumawo oppa, oppa sudah mau
memberi tahu aku tentang pentingnya belajar, neomu kamsahamnida*” tanpa sengaja
Pixie memeluk Irghi, Irghi jadi salah tingkah.
“Ohh,, mainhae oppa, kebiasaan..
Hehehe” Pixie melepas pelukannya. Irghi menggaruk kepalanya.
“Oppa, mulai sekarang biaya
rumah sakit Jason dan Cherry biar aku saja yang membayarnya, oppa jangan
khawatir!, oke?” Pixie membentuk huruf O dengan tangannya, Irghi tersenyum.
Tiba-tiba smartphone Pixie berbunyi, Pixie membaca pesan yang masuk, lalu
tersenyum.
“Oppa!!!” Pixie berlari menuju Yoseob, lalu segera memeluknya erat.
“Ya*!, waeyo*?” Yoseob kaget
saat di peluk Pixie.
“Oppa!, apa kau tak rindu
padaku?,nan neo pogoshipoyo* oppa” Pixie makin mengeratkan pelukkannya pada
Yoseob.
“Ya!, apa yeodongsaeng*, neomu
apa!, lepaskan dulu pelukkanmu!!!” Yoseob kesakitan. Pixie melepaskan
pelukkannya, Yoseob melihat air mata mengalir dari mata Pixie, lalu langsung
menghapusnya.
“Kenapa kau menangis?, uljima Pixie!” Yoseob
kembali memeluk Pixie. Irghi tersenyum melihat tingkah laku kakak-adik itu.
“Aku sangat merindukan oleh-oleh
darimu oppa, bukankah kemarin kau ke Jepang, jangan-jangan kemarin kau lupa
meminta foto Chinen Yuri?” Pixie terisak. Yoseob langsung melepaskan
pelukkannya.
“Ya!, kau ini malah menanyakan
oleh-oleh, aku cemburu tahu!” Yosoeb mulai bertingkah seperti anak kecil.
“Hyung, boleh aku menjabat
tanganmu, aku sangat mengidolakanmu” ujar Irghi tiba-tiba. Yoseob memperhatikan
Irghi, lalu tersenyum imut.
“Tentu, kenapa tidak?” Yoseob merangkul Irghi,
Pixie memfoto mereka berdua.
Setelah itu Pixie, Irghi dan
Yoseob bermain di taman hingga matahari tenggelam. Dan mereka pulang ke rumah
masing-masing. Pixie menemukan sisi lain dari Irghi yang ceria, Ia belajar dari
pengalaman yang sudah Irghi ceritakan padanya.
“Oppa, aku juga akan menolong banyak orang sepertimu, aku tak mau hanya
menjadi barang tak berguna, aku kan menjadi barang yang berguna!!, aku akan
membuktikannya!!!” seru Pixie dalam hati.
@@@
PART 1 END!!! ye...
***
eotte??,hope you like this ne??.singkat ajha nih,karena fairy akan ada tugas sekolah selama satu bulan,fairy enggak bisa ngepost,tapi tenang ajha,ada pengganti fairy selama fairy pergi, yaitu... deng dereng dereng!!! "PEMASOK IDE A CHANGE!!" beri tepuk tangan "PROK PROK PROK!!" hehe.. atau eonny Agustin Mega Prastiwi dan Fani Aisyah Amini,jadi baik baik ya sma eonny eonny ini,!,besok fairy berangkat,!doain semoga sampai tujuan dg selamat ne!,oh iya jangan lupa ini ASLI,REAL, karya Fairy with 2 orang yang fairy sebutin namanya diatas,jadi fairy mohon bangetd,NO COPAS ne!!!,oke don't forget to leave a comment... dah!!! anyeong #bungkuk90derajat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar