Kamis, 06 Juni 2013

A Change Part 1f

assalamualaikum wr wb (gaya pildacil)
anyeonghaseo everibodih???,apa kabar?,kembali lagi dengan fairy di blog seuntai pelangi ini. Maaf nih sebelumnya karena fairy enggk bisa ngepost selama beberapa hari kemarin,dikarenakan terjadinya peperangan antara soal dan pelajar alias ulangan (le to the bay).maaf banget ya maaf,..
kayaknya fairy gak akan basa basi lagi nih,kita langsung ngelanjutin ff  A Change yang kmaren yo!!!
good reading!! ^^


“Oppa, neomu apa*!” ujar Pixie yang masih bertahan dalam posisi hampir tersungkur. Irghi kebingungan, jika ia melepaskannya Pixie terjatuh, jadi Irghi memutuskan untuk |
menarik tas Pixie lagi, dan otomatis Pixie juga tertarik. Dan sekarang Pixie berada di pelukan Irghi, Pixie langsung menjauh dari Irghi, Irghi mendekat.

      “Oppa, jangan mendekat!” ujar Pixie takut.

      “Mianhae Pixie, aku tak bermaksud seperti itu” Irghi menjelaskan.

      “Oppa, aku malu.. Kita di perhatikan orang-orang” ujar Pixie sambil menunduk malu. Irghi memperhatikan sekitarnya, lalu meminta maaf dan langsung mengajak Pixie memasuki ruangan di ujung koridor.

      “Annyeonghaseo” ucap Irghi dan Pixie saat memasuki ruangan. Ada dua orang anak yang menjawab salam mereka.

      “Dokter sudah datang?, cepat sekali?” kata anak pertama. Pixie kaget mendengarnya dan langsung melirik Irghi heran.

      “Gadis di sebelah Dokter itu siapa?, wah Dokter menduakan aku, dia pasti yeojacingu*nya Dokter” sahut anak kedua. Irghi menggeleng-gelengken kepalanya, sedangkan Pixie menunduk malu.

      “Bukan, dia temanku” jelas Irghi.

      “Iya, aku bukan yeojacinghunya, aku hanya berteman dengannya” ujar Pixie.

      “Uhh,, aku kira kau yeojacingunya kenalkan aku Kim Cherry, aku adalah yeojacingu Dokter Irghi. Jangan berani-berani mengambil Dokter Irghi dariku, oke!” jelas anak kedua. Pixie dan Irghi tersenyum.

      “Kau ini, seharusnya kau memanggilnya eonny. Maafkan adikku noona*!, perkenalkan aku Jason Kim, sekali lagi maafkan adikku!” anak pertama yang bernama Jason itu membungkuk di atas ranjangnya.

      “Senang berkenalan dengan kalian, kalian anak-anak yang manis” Pixie tersenyum.

      “Oh ya, Park Pixie imnida, panggil saja Pixie, salam kenal” lanjut Pixie sambil membungkuk.

      “Senang berkenalan denganmu” jawab Jason dan Cherry.

      “Dokter, sekarang ajarkan aku soal fisika lagi!” pinta Cherry. Irghi langsung mengambil whiteboard di belakang ranjang Cherry dan menjelaskan semua soal yang di tanyakan oleh Jason dan Cherry. Karena Pixie tak betah melihat rumus-rumus fisika yang di ajarkan Irghi pada Jason dan Cherry, ia tertidur di kursi yang ada di ruangan itu. Setelah Irghi selesai mengajari Jason dan Cherry, Irghi menoleh dan menemukan Pixie tertidur di kursi.

      “Wahh, pasti Noona lelah hari ini, sampai tertidur di kursi keras itu” ujar Jason polos.

      “Iya, lihat dia tertidur sangat pulas di situ” lanjut Cherry. Irghi mendekati Pixie yang sedang tidur, Ia memandangi Pixie. Tiba-tiba Pixie mebuka matanya, Irghi langsung menjauh.

      “Hoaam,, kalian sudah selesai?” tanya Pixie sambil menguap. Cherry, Jason dan Irghi tertawa.

      “Kenapa kalian tertawa?” tanya Pixie bingung, mereka hanya menggeleng. Irghi berpamitan dengan Jason dan Cherry, lalu mengajak Pixie pulang.

      “Setelah ini kau mau kemana?, aku menurutimu” tanya Irghi.

      “Bagaimana kalau kita membeli ice cream dan duduk di taman kota, mau tidak?” tawar Pixie, Irghi mengangguk. Mereka langsung mencari ice cream dan menuju ke taman kota.

      “Mhh, boleh aku bertanya oppa?” tanya Pixie sambil menikmati ice cream coklatnya.

      “Ne*,, mwo*?” Irghi balik bertanya.
      “Apa kau seorang Dokter?, lalu Cherry dan Jason itu siapa?, apa mereka pasien yang harus oppa tangani?, mereka sakit apa?, perasaan mereka terlihat baik-baik saja” Pixie meluncurkan banyak pertanyaan. Irghi menghela nafas dalam-dalam dan tersenyum.



“Bukan, aku belum menjadi Dokter, tapi Dokter itu cita-citaku dari dulu, Cherry dan Jason, mhhh.... Mereka bukan siapa-siapaku, dulu aku menolong mereka dari tabrakan beruntun, yang hampir merenggut nyawa mereka. Orang tua mereka meninggal di ambulance, sedangkan mereka, mhh.. Kau tahu kenapa tadi mereka tetap memakai selimut?” tanya Irghi.

      “Ahh, aku tahu, pasti mereka sudah kedinginan, jadi mereka mamakai selimut” jawab Pixie polos. Irghi bergidik.

      “Bukan itu Pixie.. Kaki mereka hancur, dan harus di amputasi. Mereka adalah pasienku, walaupun aku bukan seorang Dokter, mereka tetap pasienku.. Aku sudah berjanji pada Tuhan akan menolong seseorang yang sedang membutuhkan batuanku.. Setelah itu fisik mereka menjadi rentan sakit, keluarga mereka tak ada yang mau memperdulikan mereka, jadi aku harus memperdulikan mereka, aku tak mau mereka menjadi sepertiku” lanjut Irghi sambil menatap langit sore di atasnya, terlihat ada sebutir air mata terjatuh dari mata lembutnya.

      “Oppa, uljima*!, aku tak mau oppa menangis” Pixie menghapus air mata Irghi dengan lembut, Irghi menatap Pixie sambil tersenyum.

      “Mmhh,, gumawo Pixie, kau pasti ingin tahu kenapa aku tak ingin mereka menjadi sepertiku?” Irghi kembali menatap langit sore.

      “Tidak, jika itu bisa membuat oppa menangis, ku akan menyimpan pertanyaan itu” jawab Pixie.

      “Aku akan menceritakannya padamu, aku janji aku tak akan meneteskan air mata lagi. Dulu, Ommaku sakit parah, sedangkan kami tak mempunyai biaya untuk mengobatinya, Appa* sudah tak ada lagi di dunia saat itu, aku dan Nonnaku berusaha mencari biaya. Namun, kami tak mendapatkan biaya sedikitpun, hingga akhirnya penyakit Omma* telah membawa Omma bertemu Tuhan. Di saat itu aku tak bisa melakukan apapun, aku hanya bisa menatap jasad Omma sambil menangis tersedu. Untuk mengkebumikan jasadnya pun kami meminjam uang tetangga, kau tahu apa yang aku lakukan setelah itu?” tanya Irghi.

      “Mhh,, mollayo*” jawab Pixie dengan gaya lugunya, Irghi tersenyum lalu melanjutkan ceritanya.

      “Kau ini... Setelah kejadian itu aku dan Noona mulai belajar dan berusaha dengan keras, apapun kami lakukan supaya bisa bersekolah, dan hasilnya cukup memuaskan, aku mendapatkan beasiswa di SMP Sky, Nonna juga berhasil menunjukkan hasil belajarnya dan akhirnya ia bisa bekerja. Aku belajar agar aku bisa menjadi seorang Dokter, dan saat aku mulai menjadi Dokter nanti, aku akan membuka klinik pengobatan gratis. Agar semua orang yang tidak mempunyai biaya masih tetap bisa berobat, agar semua orang tak perlu susah payah untuk memikirkan biaya. Aku tak mau semua orang miskin yang sakit akan berakhir di pemakaman, aku mau mereka hidup bahagia bersama keluarganya” jelas Irghi. Ia menatap Pixie yang menangis dalam diam.

      “Pixie , uljima!, tadikan kau yang menyuruhku untuk tak menangis, tapi kenap sekarang kau yang menangis?, jaebal* uljima!” Irghi menghapus air mata Pixie.

      “Oppa, aku juga ingin sepertimu, aku akan belajar, aku juga ingin menolong banyak orang, aku akan membuktikannya oppa!, aku akan membuktikan kalau aku bisa!. Gumawo oppa, oppa sudah mau memberi tahu aku tentang pentingnya belajar, neomu kamsahamnida*” tanpa sengaja Pixie memeluk Irghi, Irghi jadi salah tingkah.

      “Ohh,, mainhae oppa, kebiasaan.. Hehehe” Pixie melepas pelukannya. Irghi menggaruk kepalanya.

      “Oppa, mulai sekarang biaya rumah sakit Jason dan Cherry biar aku saja yang membayarnya, oppa jangan khawatir!, oke?” Pixie membentuk huruf O dengan tangannya, Irghi tersenyum. Tiba-tiba smartphone Pixie berbunyi, Pixie membaca pesan yang masuk, lalu tersenyum.
“Oppa!!!” Pixie berlari menuju Yoseob, lalu segera memeluknya erat.
      “Ya*!, waeyo*?” Yoseob kaget saat di peluk Pixie.
      “Oppa!, apa kau tak rindu padaku?,nan neo pogoshipoyo* oppa” Pixie makin mengeratkan pelukkannya pada Yoseob.
      “Ya!, apa yeodongsaeng*, neomu apa!, lepaskan dulu pelukkanmu!!!” Yoseob kesakitan. Pixie melepaskan pelukkannya, Yoseob melihat air mata mengalir dari mata Pixie, lalu langsung menghapusnya.
      “Kenapa kau menangis?, uljima Pixie!” Yoseob kembali memeluk Pixie. Irghi tersenyum melihat tingkah laku kakak-adik itu.
      “Aku sangat merindukan oleh-oleh darimu oppa, bukankah kemarin kau ke Jepang, jangan-jangan kemarin kau lupa meminta foto Chinen Yuri?” Pixie terisak. Yoseob langsung melepaskan pelukkannya.
      “Ya!, kau ini malah menanyakan oleh-oleh, aku cemburu tahu!” Yosoeb mulai bertingkah seperti anak kecil.
      “Hyung, boleh aku menjabat tanganmu, aku sangat mengidolakanmu” ujar Irghi tiba-tiba. Yoseob memperhatikan Irghi, lalu tersenyum imut.
      “Tentu, kenapa tidak?” Yoseob merangkul Irghi, Pixie memfoto mereka berdua.
      Setelah itu Pixie, Irghi dan Yoseob bermain di taman hingga matahari tenggelam. Dan mereka pulang ke rumah masing-masing. Pixie menemukan sisi lain dari Irghi yang ceria, Ia belajar dari pengalaman yang sudah Irghi ceritakan padanya.
      “Oppa, aku juga akan menolong banyak orang sepertimu, aku tak mau hanya menjadi barang tak berguna, aku kan menjadi barang yang berguna!!, aku akan membuktikannya!!!” seru Pixie dalam hati.
@@@
PART 1 END!!! ye...

***
eotte??,hope you like this ne??.singkat ajha nih,karena fairy akan ada tugas sekolah selama satu bulan,fairy enggak bisa ngepost,tapi tenang ajha,ada pengganti fairy selama fairy pergi, yaitu... deng dereng dereng!!!  "PEMASOK IDE A CHANGE!!" beri tepuk tangan "PROK PROK PROK!!" hehe.. atau eonny Agustin Mega Prastiwi dan Fani Aisyah Amini,jadi baik baik ya sma eonny eonny ini,!,besok fairy berangkat,!doain semoga sampai tujuan dg selamat ne!,oh iya jangan lupa ini ASLI,REAL, karya Fairy with 2 orang yang fairy sebutin namanya diatas,jadi fairy mohon bangetd,NO COPAS ne!!!,oke don't forget to leave a comment... dah!!! anyeong #bungkuk90derajat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar