Sabtu, 11 Oktober 2014

TERBANG Part 2

Hayo... siang Minna-san! ^_^ mau lanjutin cerita yang satu ini enggak???
enggak mau??,harus mau pokoknya!! hihihi :D bagus tau,nyesel nanti kalo enggak baca... hihi 
udah ah langsung aja ya Ppyon Ppyon ;)

TERBANG
karya : Eka Satria Wibowo 



“maaf anda Pak Dodi ya..?” terlihat wanita dengan senyum kecil memanggilku dari arah belakang, wajahnya yang putih tertutup kerudung, dengan mata yang berbinar menembus sukma hati..
“ maaf anda Pak Dodi kan..?” Aku terkaget..
“oh iya-iya nama saya
Dodi,  Dodi Adjie Kurniawan” kataku sambil mengatupkan kedua tangan kearah wanita itu.”Anda guru disekolah ini juga?” lanjutku.
“iya.. saya Irna Damayanti saya sudah tiga tahun mengajar disini, anak anaknya lucu lucu kok.”
tiba-tiba ada suara seorang pria berkulit hitam, dengan wajah penuh luka bengkak.
“lucu-lucu apanya... gila-gila baru bener” orang itu terus melangkah menuju kearahku dan langsung berbisik disamping telingaku. “Pak hati-hati pak... sekolah ini sekolah angker banyak setannya.”
“tapi saya tidak pernah tau kalau sekolah ini angker?”
“Oia jelas, malahan bapak bisa mati kesurupan disini. Dan saya peringatkan sekali lagi pak, hati hati dengan setan yang namanya NANANG!”
“Nanang?” pikirku bingung setan memiliki nama panggilan, apa jangan jangan bapak ini pernah kenalan dengan setan... ah tidak mungkin.
“iya NANANG.”
“o terima kasih pak atas informasinya, ngomong saya boleh tau nama bapak?”
“oh nama saya, nama saya Pak Mahmud guru paling senior, ganteng dan pastinya baik hati disekolah ini.”
Seketika kulihat Bu Irna tersenyum menengar kata-kata pak mahmud itu. Senyumnya membuat bingung aneh seperti berbeda saat ku melihatnya, terasa desiran aneh dihatiku. Langsung ku tersadar “..ASTAGHFIRRULLAH..” ini bukan rasa aneh atau bingung tapi ini... “huh”..CINTA..
***
“hufh..hufh...hufh..” lagu nafasku mengayuh sepeda, makin gila boncengan berat badan Bowo yang super gila. “hu hah hufh.. hufh..” goes goes akupun menengok ke belakang kira kira apa yang dilakukan Bowo, dari tadi ia tak bersuara. “WA..H” terlihat Bowo dengan gaya mengangkat tangan kanannya tinggi tinggi gan tangan kirinya memegang pinggang. Ya itu gaya “SUPERMAN” pria yang menggambarkan seorang supr hebat, kuat, dan yang pastinya paling di inginkan semua orang adalah “..TERBANG DI ANGKASA..”
“klak” suara standar  sepeda tua, pemberian almarhum ayahku. Ia pergi karena hanyut tertimpa bencana kapal terbakar. Sudah tiga tahun ia tak menyapa pagiku, “ Nanang mau berangkat sekolah?” itulah kata kata ayah yang selalu menghiasi pagiku. Langsung ku jawab” iya pak Nanang berangkat dulu.” Langsung kukecup telapak tangannya lalu pergi dengan lambaian tangan yang di balasnya dengan lambaian kenangan.
Tak terasa setetes air menetes di sela mataku.
“Nang ayo Nang! Anak-anak udah pada masuk” langsung ku usap air mataku.
“kamu nangis nang?”
“ah enggak kok, eh ayo cepat masuk nanti terlambat”
 Bowo terlihat bingung tapi seperti masa bodo saja. Tubuh ku masih mengarah ke kelas tiba-tiba..   
”BUKK...aduh” Seorang bocah berlari menabraku.
“Woi bocah...”tiba tiba bowo menepuk pundakk.
“ huh biarlah”kataku
            Langkahku terus menuju meja kecil berwarna oranye, langsung kuletakan tas di kursiku. “eh Nanang !” terlihat bocah bertubuh kurus tinggi berkulit putih dengan kacamata bundar. Tak salh lagi itu ‘Kokong’ bocah paling hobby gosip, kalo udah ada berita dikiiit aja; langsung jadi kaya setan gila keabisan obat, bisik sana bisik sini gak jelas.
 “eh Nang kamu tau ga..? Pak Mahmud keluar dari sekolah kita dan pindah ke sekolah lain, trus ada guru baru yang katanyasih ganteng banget”
“mau Pak Mahmud, mau guru super ganteng, mau guru gila juga, yang namanya guru matematika semuanya pasti ga jelas.” Celetupku pada tukang gosip itu, yang tibatiba melihat orang datang dari arah pintu, seorang lelaki berwajah putih berpakaian rapi dengan buku ditangannya.
“assalamualaikum anak-anak” katanya dengan nada ramah tapi tak satu pun dari kami yang menjawabnya.
“oh mungkin semua belum kenal bapak ya, kalau gitu bapak perkenalkan diri bapak dulu, nama bapak Dodi Adjie Kurniawan bapak lahirdi Palemba...” belumselesai dia bicara aku langsung.
“..GA PENTING..” celetupku.. seketika pak dodi membisu dan menghela nafas.
“huh.. ya sudah kita langsung masuk kepelajaran bab tiga tenta...”
“ PELAJARAN GA PENTING” langsung kuambil tas dan keluar dengan wajah masa bodo..
Pak Dodi yang menarik nafas lalu menghelanya..  walau mendengar kata-kataku tadi tapi ia tetap melanjutkan pelajaranya.. tapi seketika anak-anak pergi mengikutiku keluar. Pak Dodi hanya kebingungan melihat tindakan kami.ia hanya menahan kesabarannya untuk tetap memihak ,tiba-tiba setetes air jatuh di sela-sela matanya. Aka ku hampir tak tega melihat pak dodi yang hanya sebagai guru baru itu ku kecewakan . teringat kata kata ayah di bayangan ku “ Ayah hanya mau kamu jadi anak yang patuh kepada gurumu “ Degg............
Apa yang telah ku lakukan ..................
Sesungguhnya mereka hanya ingin ....................
Kita ................... Menjadi yang terbaik ..................
Tapi apakah ini yang kuberikan .............
Pada orang yang selalu memberiku.........
“Harapan”........ dan....” mimpi.”
“apa yang telah kulakukan.“ kutengok guruku dan tanpa pikir panjang ku berjalan mendekatinya dengan rasa penuh dosa.
 “Pak ma’afkan saya, saya hanya orang bodoh yang tidak tahu diri “ Ia pun tersenyum kecil dan ia berbicara padaku .
“Ia tak pa ,duduklah. Kita mulai pelajarannya “ Akupun duduk dan hanya aku yang berada di kelas, teman teman ku hanya keheranan melihat tingkah ku yang aneh, mereka pun mengikutiku masuk ke kelas .
”Nang kamu ngapain, kamu kesurupan ya?” Kata Bowo dengan wajah bingung keheranan. Dan hanya kujawab dengan..
”MUNGKIN “
“Baiklah Bapak pengen tahu nama siswa siswi kelas ini, O... iya nama kamu siapa ?”Kata Pak Dodi sambil menghadapkan wajah ke arah ku.
“Nama saya Nanang Pribadiansyah.”
“Nanang..!!!! nama kamu Nanang ...???”
“Iya pak nama saya Nanang.”
“Ka....kamu bukan setan kan ...????” Tiba-tiba kelas ku yang tadinya sepi berubah menjadi kelas yang penuh sorak tawa. “Haha......haha...... iya pak bener bangt, asli setan sekolah.”
***

            Terik matahari seakan membakar kulit, langkah ku terus tertuju pada sebuah sumur kecil di ujung sekolah. Brasshh....... segar air suci menyentuh permukaan kulit ari ini, yang mengalir ke seluruh organ tubuh mati ini, tiba tiba bangkit dari tidurnya.
Kuteruskan langkah ini ke sebuah mushola kecil yang sepi, tiba tiba mata ini tertuju kepada seorang wanita berukuh putih yang khusyuk akan sholatnya, alhamdulillah ternyata masih ada orang di sekolah ini yang sadar untuk apa kita hidup. Yah memang tak seperti orang yang hanya  mabuk mabukan, dan menganggap adzan bagai gonggongan anjing, bahkan orang ceramah cuma ocehan mulut yang bagi mereka tak berguna sama sekali.
“Yah ini lah dunia.”pikirku.
 Dengan niat aku mengawali sholat ini,”Allahu Akbar “ berkali-kali terucap di bibir ini. Langsung Sujud kuberikan untuk-Nya, kuakui ku hanyalah makhluk lemah tak berdaya dari setitik kehidupan di alam ini. Yang Hingga akhirnya pun hanya akan mati dan kembali kepadanya. “Assalamualikum wr. wb.” Kuakhiri shalat ini dengan sebuah salam. Akupun keluar dengan hati tenang menjalani hidup ini.
“Permisi pak, bisa saya bica ?” terdengar suara seorang pria dari arah belakang  yang tidak lain adalah kepala sekolah.
 “Ya, ada apa pak ?”
 “bapak akan mengirim siapa untuk Olimpiade Matematika nanti ?’’
 “ Olimpiade..? saya malah belum tahu tentang hal itu pak. “
“Saya harap bapak dapat menemukan orangnya. dan olimpiade nya akan di mulai satu minggu lagi.”
“Satu minggu..?”
“ya sudah pak saya kembali kekantor dulu, assalamualikum”
“Waalaikum sallam”
“Olimpiade, kira kira siapa ya.” Tiba tiba.. ku menginjak sebuah buku.
”srrekk, aduh apa ini.......emm BUKU....... Subhanallah inikan!”


***

TBC lagih... yang sabar ya Readers Fairy yang tersayang... kita break dulu ini,oke
huh T.T sebelnya tuh Fairy enggak bisa janji kapan lagi mau ngepost :'( masih Uts nih,tau enggak K2013 essay loh, enggak bisa cap cip cup deh *eh?, lakok malah curhat si Fairy ini hihi XD
Bye Bye!! jangan lupa mampir lagi yah... comennya juga loh :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar