Selasa, 14 Mei 2013

A Change Part 1a

ONE


Murid-murid SMA East masih berhamburan di koridor, ada yang makan, ngobrol, atau bermain. Tiba-tiba salah satu murid berteriak “VAP datang, VAP datang”, semua murid langsung meninggalkan semua aktifitas yang sedang mereka lakukan dan segera berbaris rapi, menyediakan jalan untuk dilalui oleh VAP. Pintu terbuka, Angel memimpin Vanilla dan Pixie, wajah para member VAP terlihat bersinar. Vanilla dan Angel tetap dengan ekspresi dingin dan menakutkan, sebaliknya Pixie terlihat memasang wajah manisnya.
      Salah seorang murid laki-laki tiba-tiba muncul memberanikan diri berdiri di depan Angel, lalu menyerahkan coklat berbentuk hati pada Angel. Angel mengambilnya sambil memasang senyum di wajahnya. Namun naas,|
sekarang coklat itu berada di lantai karean Angel sengaja menjatuhkannya, wajah Angel berubah menjadi sadis menatap Si pemberi coklat itu. Dan seketika wajahnya berubah lagi menjadi mimik yang ceria.
      “Permisi”ucap Angel lembut, namun murid itu masih menatap Angel dengan tatapan bingung.
      “Permisi”ucap Angel lagi, tapi tetap saja murid itu belum juga menyingkir dari hadapannya.
      “Minggir!!!”Angel menunjukkan wajah aslinya, salah satu murid menarik baju Si pemberi coklat tadi, Angel mulai berjala lagi, lalu ia sengaja menginjak coklat yang di berikan kepadanya tadi.
      “Oupss....maaf”ujar Angel lembut,
      “SENGAJA”lanjut Angel sambil menatap sinis, mereka langsung melanjutkan langkah mereka. Tanpa di sadari, dilantai atas ada 3 murid yang tampak baru,memperhatikan tingkah laku kejam VAP pada murid-murid di SMA East.
      “Kejam”ujar Hanson, murid dengan wajah paling garang di antara 3 murid itu angkat bicara.
      “Setuju hyung*!!,,benar-benar kejam”ujar irghi yang berada tepat di samping Hanson.
      “Sepertinya kita salah telah memilih SMA ini”lanjut Hanson,
      “Tidak, justru kitalah yang akan merubah mereka menjadi orang yang berguna”ujar Alan tiba-tiba,
      “Benar juga tuh hyung!!”Irghi mengangkat jari telunjuknya,
      “Sudah,ayo turun!!”Hanson mengajak mereka untuk turun. Alan dan Irghi mengikuti Hanson, saat mereka melawati tangga mereka berpapasan dengan VAP. Angel dan Vanilla hanya melirik 3 murid itu sekilas, dan seperti biasa Pixie selalu menunjukkan senyum di wajah imutnya.

@@@






Di kelas Perbaikan...

      Kelas XI Perbaikan yang hanya berisi personil VAP ini terasa sangat hening, semua sibuk dengan aktifitasnya masing-masing,
      “Eonny-eonny*, liat 3 cowok yang ketemu kita di tangga tadi gak??”Pixie memecahkan keheningan.
      Angel dan Vanilla saling bertatapan, menatap Pixie dan menjawab dengan cepat dan jelas “enggak”.
      “Cincha*??, masa kalian gak liat sih?”Pixie menatap Vanilla dan Angel dengan mata menyelidik,
      “Iya beneran, aku gak liat!!, emang kenapa??”Tanya Vanilla.
      “Aku juga gak liat, emang kenapa sih Pixie??”Angel menaruh Smartphonenya di atas meja.
      “Hehehe...gak papa sih, aku liat ada yang ganteng aja, yang tadi jalanya di tengah, manis lho, sunbae* itu siapa ya namanya?”ujar Pixie sambil membayang-bayangkan.
      “Loe nih, semua loe bilang ganteng, palingan gantengan kakak Gue”Angel membayangkan kakaknya.
      “Pixie-Pixie,, Cuma hal kaya gitu aja lebay banget”lanjut Vanilla.
      “Ye...eonny nih gak percaya loh...emang cute-an mana oppanya eonny sama oppaku??,, pasti cute oppaku lah”Pixie memulai adegan lebaynya.
      “Kalo cutenya sih gue akuin cute-an oppa* loe, tapi kalo soal ganteng kak gazza yang pertama”Anel sewot.
      “Udah-udah,,kalo udah ngomongin kakak kalian, nanti malah debat gak karuan”Vanilla meredakan perdebatan.
      “Heuh..ya udah deh, maaf ya Angel eonny!”wajah Pixie terlihat di manis-maniskan.
      “Iih,,gue gak suka ekspresi muka loe, sok manis banget sih!, tapi loe harus ngakuin kalo kakak gue paling ganteng!”Angel memalingkan wajahnya. Vanilla hanya menggeleng-gelangkn kepala, lalu meneruskan melihat drama dari note booknya. Angel dan Pixie masih terus membangga-bangakan kakak mereka. Angel menatap Pixie seram jika Pixie sudah memulai penyakitnya, yaitu lebay!!.
      “Krek”tiba-tiba terdengar pintu terbuka, Vanilla tetap fokus pada note booknya, sedangkan Angel dan Pixie terus berdebat, mereka sama sekali tidak menghiraukan pintu yang terbuka, karena mereka sudah tau, pasti yang memasuki ruangan ini adalah guru-guru kiler, yang akan mengajak mereka berkecimpung dengan belajar.
      “Anak-anak, mohon perhatikan ke depan”ujar Mr.Willson yang menjabat sebagai Kepala Sekolah, namun mereka tetap tak mau memperhatikan.
      “Ayolah anak-anak, mohon dengarkan”Mr.Willson mengulangi perkataannya dengan lembut, dan tetap saja VAP tak mau memperhatikannya.
      “ANGEL, VANILLA, PIXIE MOHON LIHAT KEDEPAN”Mr.Willson berteriak, seprtinya kesabarannya sudah hilang, akhirnya Vap memperhatikan. Mr.Willson mengambil nafas panjang.
      “Nah, begitu lebih baik, hari ini akan ada yang baru di kelas ini”lajut Mr.Willson.
      “Apa itu soengsengnim?apakah permainan baru?”tanya Pixie antusias.
      “Pasti membosankan”ujar Vanilla dan Angel berbarengan.
      “Bukan Pixie, kali ini dijamin tak akan membosankan, karena guru-guru yang biasa mengajar kalian tak kuat menghadapi alergi kalian pada belajar, saya hadirkan guru baru yang akan membimbing kalian untuk kedepannya”Mr.Willson menjelaskan panjang lebar.
      “Ahh..aku kira permainan,,belajar itu tidak seru soengsaengnim!”wajah Pixie berubah cemberut.
      “Belajar lagi,,belajar lagi,,membosankan!”untuk kedua kalinya Angel dan Vanilla memikirkan hal yang sama.
      “Terserah apa pendapat kalian, ini ada kocokan untuk siapa yang akan menjadi guru pembimbing kalian, silahkan satu orang satu kertas”Mr.Willson menyodorkan toples berisi kertas.
      “Angel, kamu yang pertama!!”Angel maju dengan malas-malasan. Ia mengambil satu kertas, selanjutnya Vanilla, ekspresinya seperti Angel, dan terakhir Pixie, dengan wajah cemberut ia mengambil sisa kertas di toples.
      “Nah sekarang kalian boleh membukanya, yang tertulis di situ adalah nama guru kalian”lanjut Mr.Willson, mereka membukanya denagn tak sabar.
      “Huh, siapa ini!Alan?”Angel langsung meremukan kertas yang berisikan nama itu, dengan emosi karena ia sedang tak mau belajar sama sekali.
      “Hanson?, siapa lagi nhi?”Vanilla mengeluh.
      “Mhh..namanya Irghi?..aku belum pernah dengar sebelumnya”ujar Pixie bingung.
      “Nah,,perkenalkan ini mereka, Hanson, Alan, Irghi silahkan masuk”Mr.Wilson memerintahkan mereka untuk memasuki ruangan. Hanson, Irghi dan Alan bergiliran masuk. Mata Pixie menatap mereka lekat, lalu segera menulis pesan dari Smartphonenya.

from : little fairy
to     :-angry eonny & -vanilla eonny
       eonny itu orang yang aku maksud tadi,sekarang berdiri di tengah
Vanilla dan Angel lansung menatap nanar setelah membaca pesan yang mereka terima. Pixie tersenyum takut melihat kakak-kakaknya yang menatapnya tajam itu.
      “Inilah yang akan membimbing kalian, silahkan perkenalkan nama kalian”Mr.Willson mempersilahkan mereka untuk memperkenalkan diri,
      “Nama saya Hanson”Hanson melirik Vanilla tajam, Vanilla memalingkan wajahnya karena mlas melihat Hanson.


      “Annyeonghaseo* cinghu*, perkenalkan namaku Irghi”Irghi membungkuk dan tersenyum. Pixie langsung mengirimi eonny-eonnynya pesan.

from : little fairy
to     :angry eonny & vanilla eonny

ya!!,dia milikku,kalian tidak boleh iri padaku,hehe  
     
“Apa maksudmu, Pixie?”Anel dan Vanilla kembali menatap Pixie tajam.
      “Hehehe...Mianhae* Eonny, peace no war!”Pixie mengacungkan dua jarinya, Irghi menahan tawa melihatnya.
      “Perkenalkan nama saya Alan, semoga kita bisa bekerja sama”ujar Alan sambil menatap Angel lembut, Angel hanya melihatnya sinis, namun Alan tetap tersenyum. Hanson masih mengitarkan matanya ke seluruh kelas, sementara Irghi tersenyum melihat wajah Pixie.
      “Baiklah, sekarang kalian sudah mengenal pembimbing kalian masing-masing. Dan mulai sekarang Hanson, Irghi dan Alan yang memegang kekuasaan pada diri kalian, semoga kalian bersenang-senang”Mr.Willson meninggalkan ruang kelas perbaikan.
      “Hey, kau kan yang bernama Vanilla?ayo ikut aku!!”ujar Hanson sambil menunjuk Vanilla,
      “Siapa yang akan mengikutimu?memangnya aku budakmu?”balas Vanilla tajam.
      “Ikut saja denganku, jangan banyak bicara!!”Hanson meraih tas Vanilla dan langsung keluar, Vanilla menatapnya benci, ia mengambil jaketnya dan terpaksa mengikuti perintah Hanson.Alan tersenyum dan menatap Angel lembut.
      “Kau mau belajar dimana?, aku akan menuruti kemauanmu”ujar Alan,
      “Aku tak butuh tatapan lembutmu, dan aku hanya ingin beada disini!!, aku tak mau kemana-kemana!”Angel menjawab dengan tatapan sinis dan kejam.
      “Baiklah, kalau begitu, ayo keluarkan bukumu, dan kita mulai”Alan tetap  sabar menghadapi Angel, dan tetap memancarkan senyumnya.Irghi menghampiri meja Pixie dan menatapnya.
      “Ekspresimu tadi lucu,,,hehehe”Irghi tertawa, Pixie tersenyum senang melihat Irghi tersenyum.
      “Cincha?Jeongmal*?Nan aegyo*?”tanya Pixie bertubi-tubi.
      “Ne,,neo aegyo. Mh..kau bisa bahasa korea?Darimana?, ayo kita lanjutkan ngobrol belajar di taman!”Irghi mengambil tas Pixie, lalu beranjak pergi.Pixie mengikutinya, lalu menengok ke arah Angel, mengepalkan tangannya dan mengangkatnya,
      “Eonny,,Hwaiting*!!”Pixie berlari, Angel mengepalkan tangannya seakan-akan meninju Pixie.
      “Kenapa?”tanay Alan,
      “Bukan urusanmu”jawab Angel galak,
      “Baiklah”Alan mulai menulis di papan tulis.

@@@

About Irghi and Pixie..

Irghi dan Pixie menuju taman belakang sekolah yang hijau. Pixie terus memancarkan senyum di wajahnya, sedangkan Irghi berjalan santai sambil menikmati alunan musik yang di putarkan sekolah. Namun tiba-tiba,
“Bruk” terdengar suara seseorang yang terjatuh. Irghi menengok ke belakang dan melihat Pixie jatuh, ia langsung menolongnya.
“Kau kenapa?” tanya Irghi kawatir.
“Aduh, lumayan sakit juga ya!” Pixie memegangi lututnya yang berdarah.
“Kenapa bisa begini?” tanay Irghi lagi, Pixie tersenyum miris, lalu berdiri sambil membersihkan roknya.
“Mianhae, tali sepatuku lepas, dan aku tak sengaja menginjaknya, aku tak baisa mengenakan sepatu tali, hehehehe,,,geojheong hajima sunbae, nan gwencana!” Pixie tersenyum manis. Irghi hanya menatapnya heran, lalu mengangguk-angguk tak jelas, wajahnya memerah melihat senyum Pixie. Pixie hanya menatap Irghi heran.
“Wajah sunbae kenapa memerah?” tanya Pixie lugu, Irghi menggeleng lalu tersenyum.
“Mhh..sudahlah, ayo kkita ke UKS dulu, mencari obat merah dan plaster untuk mengobati lukamu, jika tak segera di obati, nanti infeksi” Irghi berjalan cepat meninggalkan Pixie yang masih menatapnya heran, Irghi  belok ke arah kanan.
“Sunbae, kau salah jalan” teriak Pixie. Irghi ling lung mendengarnya dan berbalik arah. Wajahnya tampak kebingungan, Pixie yang sekarang ada di depannya tertawa ketika melihat Irghi.
“Sunbae, neomu aegyo*, hehehe” Pixie tertawa. Irghi hanya bisa menggaruk kapalanya yang tidak gatal.
“Hehehe,,mian. Lalu mana arah benar” tanya Irghi. Pixie menepuk dadanya beberapa kali lalu berjalan ke arah kiri, membimbing Irghi yang ling lung. Irghi tampak menundukkan kepalanya karena malu, ia mengikuti Pixie. Pixie berhenti di depan sebuah ruangan dan memasukinya.
“Sunbae, ini UKSnya, masuklah!” teriak Pixie dari dalam rangan.
“Oke, aku akan masuk” Irhi memasuki ruangan itu, dan melihat Pixie sedang berusaha untuk mengambil kotak P3K di rak paling atas, Irghi menghampirinya dan mengambil kotak P3K itu, lalu tersenyum pada Pixie, Pixie membalas senyumnya.
      “Kemarilah, kau ini sudah terluka masih saja bertingkah” Irghi menarik kursi untuk di duduki olah Pixie, Pixie berlari ke arah Irghi dan lagi-lagi.
“Bruk...Aw” Pixie kembali menginjak tali sepatunya yang memang belum ia benarkan. Irghi menolongnya dan membantu Pixie duduk di kursi yang sudah ia sediakan.
“Kau ini, jadi luka semua telapak tanganmu” Irghi dengan sigap mengambil obat-obatan dari kotak P3K, lalu segera membersihkan luka-luka Pixie dan langsung membalutnya dengan plaster warna-warni.
“Selesai” Irghi memnereskan semua obat-obatan yang telah ia gunakan dan memasukkannya lagi ke dalam kotak. Pixie terpukau melihat kelincahan Irghi mengobati luka. Lalu ia bertepuk tangan sambil tersenyum.
“Kenapa bertepuk tangan?, apa tanganmu tidak sakit” Irghi heran melihat Pixie bertepuk tangan sementara tangannya sedang terluka.
“Aku salut padamu, bukankah aku tak perlu kawatir lagi bila tanganku sakit?, bukankah sudah ada sunbae yang akan menyembuhkan lukakku?, sperti ini contahnya” Pixie mengangkat tangannya, menunjukkan balutan plaster rapi yang melekat di telapak tangannya, Pixie tersenyum penuh kebahagiaan. Sedangkan Irghi kaget mendengar jawaban seorang gadis luguyan yang berada di depannya sekarang.
Gadis yang benar-benar polos” ujar Irghi pada hatinya sendiri. Irghi tersenyum dan menatap Pixie lembut.
“Kalau begitu, bagaimana kalau hari ini kita habiskan untuk perkenalan dulu?, besok baru kita mulai belajar” ujar Irghi.
“Yes...aku berhasil, hehehehe...hari ini gak belejar, YES!!” ujar Pixie semangat, Irghi terbelalak mendengar ucapan Pixie.
“Sebelumnya, bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan ‘Oppa’, kurasa sebutan ‘Sunbae’ terlalu resmi untukmu, hehehe” lanjut Pixie, Irghi hanya bisa mengangguk setuju. Ia masih belum percaya bisa di bohongi gadis polos di depannya.
“Oppa, kalau begitu sekarang ajarkan aku menali sepatu ini, aku bingung bagaimana caranya supaya tali ini tak gampang lepas!!” pinta Pixie, Irghi merekahkan senyum manisnya, “Gadis yang menarik” Irghi kembali mengatakannya dalam hati. Irghi mulai mengajari Pixie yang benar-benar tak tahu cara menali sepatu, Pixie terus memperhatikan Irghi dengan baik.
Meskipun Irghi sudah mengajari Pixie berkali-kali, Pixie tetap belum mengetahui cara menali sepatu, karena yang ia perhatikan bukanlah tali sepatunya melainkan seorang namja di depannya. #sabar ya Irghi,,,selamat menjelaskan padanya!!! HWAITING#
  ***

1b nya menyusul ya!!!koment jangan lupa ya!!,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar