Murid-murid SMA East masih berhamburan di
koridor, ada yang makan, ngobrol, atau bermain. Tiba-tiba salah satu murid
berteriak “VAP datang, VAP datang”, semua murid langsung meninggalkan semua
aktifitas yang sedang mereka lakukan dan segera berbaris rapi, menyediakan
jalan untuk dilalui oleh VAP. Pintu terbuka, Angel memimpin Vanilla dan Pixie,
wajah para member VAP terlihat bersinar. Vanilla dan Angel tetap dengan
ekspresi dingin dan menakutkan, sebaliknya Pixie terlihat memasang wajah
manisnya.
Salah seorang murid laki-laki
tiba-tiba muncul memberanikan diri berdiri di depan Angel, lalu menyerahkan
coklat berbentuk hati pada Angel. Angel mengambilnya sambil memasang senyum di
wajahnya. Namun naas,|
sekarang coklat itu berada di lantai karean Angel sengaja menjatuhkannya, wajah Angel berubah menjadi sadis menatap Si pemberi coklat itu. Dan seketika wajahnya berubah lagi menjadi mimik yang ceria.
sekarang coklat itu berada di lantai karean Angel sengaja menjatuhkannya, wajah Angel berubah menjadi sadis menatap Si pemberi coklat itu. Dan seketika wajahnya berubah lagi menjadi mimik yang ceria.
“Permisi”ucap Angel lembut,
namun murid itu masih menatap Angel dengan tatapan bingung.
“Permisi”ucap Angel lagi, tapi
tetap saja murid itu belum juga menyingkir dari hadapannya.
“Minggir!!!”Angel menunjukkan
wajah aslinya, salah satu murid menarik baju Si pemberi coklat tadi, Angel
mulai berjala lagi, lalu ia sengaja menginjak coklat yang di berikan kepadanya
tadi.
“Oupss....maaf”ujar Angel
lembut,
“SENGAJA”lanjut Angel sambil
menatap sinis, mereka langsung melanjutkan langkah mereka. Tanpa di sadari,
dilantai atas ada 3 murid yang tampak baru,memperhatikan tingkah laku kejam VAP
pada murid-murid di SMA East.
“Kejam”ujar Hanson, murid dengan
wajah paling garang di antara 3 murid itu angkat bicara.
“Setuju hyung*!!,,benar-benar
kejam”ujar irghi yang berada tepat di samping Hanson.
“Sepertinya kita salah telah
memilih SMA ini”lanjut Hanson,
“Tidak, justru kitalah yang akan
merubah mereka menjadi orang yang berguna”ujar Alan tiba-tiba,
“Benar juga tuh hyung!!”Irghi
mengangkat jari telunjuknya,
“Sudah,ayo turun!!”Hanson
mengajak mereka untuk turun. Alan dan Irghi mengikuti Hanson, saat mereka
melawati tangga mereka berpapasan dengan VAP. Angel dan Vanilla hanya melirik 3
murid itu sekilas, dan seperti biasa Pixie selalu menunjukkan senyum di wajah
imutnya.
@@@
Di kelas Perbaikan...
Kelas XI Perbaikan yang hanya
berisi personil VAP ini terasa sangat hening, semua sibuk dengan aktifitasnya
masing-masing,
“Eonny-eonny*, liat 3 cowok yang
ketemu kita di tangga tadi gak??”Pixie memecahkan keheningan.
Angel dan Vanilla saling
bertatapan, menatap Pixie dan menjawab dengan cepat dan jelas “enggak”.
“Cincha*??, masa kalian gak liat
sih?”Pixie menatap Vanilla dan Angel dengan mata menyelidik,
“Iya beneran, aku gak liat!!, emang
kenapa??”Tanya Vanilla.
“Aku juga gak liat, emang kenapa
sih Pixie??”Angel menaruh Smartphonenya di atas meja.
“Hehehe...gak papa sih, aku liat
ada yang ganteng aja, yang tadi jalanya di tengah, manis lho, sunbae* itu siapa
ya namanya?”ujar Pixie sambil membayang-bayangkan.
“Loe nih, semua loe bilang
ganteng, palingan gantengan kakak Gue”Angel membayangkan kakaknya.
“Pixie-Pixie,, Cuma hal kaya
gitu aja lebay banget”lanjut Vanilla.
“Ye...eonny nih gak percaya
loh...emang cute-an mana oppanya eonny sama oppaku??,, pasti cute oppaku lah”Pixie
memulai adegan lebaynya.
“Kalo cutenya sih gue akuin
cute-an oppa* loe, tapi kalo soal ganteng kak gazza yang pertama”Anel sewot.
“Udah-udah,,kalo udah ngomongin
kakak kalian, nanti malah debat gak karuan”Vanilla meredakan perdebatan.
“Heuh..ya udah deh, maaf ya
Angel eonny!”wajah Pixie terlihat di manis-maniskan.
“Iih,,gue gak suka ekspresi muka
loe, sok manis banget sih!, tapi loe harus ngakuin kalo kakak gue paling ganteng!”Angel
memalingkan wajahnya. Vanilla hanya menggeleng-gelangkn kepala, lalu meneruskan
melihat drama dari note booknya. Angel dan Pixie masih terus membangga-bangakan
kakak mereka. Angel menatap Pixie seram jika Pixie sudah memulai penyakitnya,
yaitu lebay!!.
“Krek”tiba-tiba terdengar pintu
terbuka, Vanilla tetap fokus pada note booknya, sedangkan Angel dan Pixie terus
berdebat, mereka sama sekali tidak menghiraukan pintu yang terbuka, karena
mereka sudah tau, pasti yang memasuki ruangan ini adalah guru-guru kiler, yang
akan mengajak mereka berkecimpung dengan belajar.
“Anak-anak, mohon perhatikan ke
depan”ujar Mr.Willson yang menjabat sebagai Kepala Sekolah, namun mereka tetap
tak mau memperhatikan.
“Ayolah anak-anak, mohon
dengarkan”Mr.Willson mengulangi perkataannya dengan lembut, dan tetap saja VAP
tak mau memperhatikannya.
“ANGEL, VANILLA, PIXIE MOHON
LIHAT KEDEPAN”Mr.Willson berteriak, seprtinya kesabarannya sudah hilang,
akhirnya Vap memperhatikan. Mr.Willson mengambil nafas panjang.
“Nah, begitu lebih baik, hari
ini akan ada yang baru di kelas ini”lajut Mr.Willson.
“Apa itu soengsengnim?apakah
permainan baru?”tanya Pixie antusias.
“Pasti membosankan”ujar Vanilla
dan Angel berbarengan.
“Bukan Pixie, kali ini dijamin
tak akan membosankan, karena guru-guru yang biasa mengajar kalian tak kuat
menghadapi alergi kalian pada belajar, saya hadirkan guru baru yang akan
membimbing kalian untuk kedepannya”Mr.Willson menjelaskan panjang lebar.
“Ahh..aku kira
permainan,,belajar itu tidak seru soengsaengnim!”wajah Pixie berubah cemberut.
“Belajar lagi,,belajar
lagi,,membosankan!”untuk kedua kalinya Angel dan Vanilla memikirkan hal yang
sama.
“Terserah apa pendapat kalian,
ini ada kocokan untuk siapa yang akan menjadi guru pembimbing kalian, silahkan satu
orang satu kertas”Mr.Willson menyodorkan toples berisi kertas.
“Angel, kamu yang pertama!!”Angel
maju dengan malas-malasan. Ia mengambil satu kertas, selanjutnya Vanilla,
ekspresinya seperti Angel, dan terakhir Pixie, dengan wajah cemberut ia mengambil
sisa kertas di toples.
“Nah sekarang kalian boleh
membukanya, yang tertulis di situ adalah nama guru kalian”lanjut Mr.Willson,
mereka membukanya denagn tak sabar.
“Huh, siapa ini!Alan?”Angel
langsung meremukan kertas yang berisikan nama itu, dengan emosi karena ia sedang
tak mau belajar sama sekali.
“Hanson?, siapa lagi
nhi?”Vanilla mengeluh.
“Mhh..namanya Irghi?..aku belum
pernah dengar sebelumnya”ujar Pixie bingung.
from : little fairyto :-angry eonny & -vanilla eonnyeonny itu orang yang aku maksud tadi,sekarang berdiri di tengah
Vanilla dan Angel lansung menatap nanar setelah
membaca pesan yang mereka terima. Pixie tersenyum takut melihat kakak-kakaknya
yang menatapnya tajam itu.
“Inilah yang akan membimbing
kalian, silahkan perkenalkan nama kalian”Mr.Willson mempersilahkan mereka untuk
memperkenalkan diri,
“Nama saya Hanson”Hanson melirik
Vanilla tajam, Vanilla memalingkan wajahnya karena mlas melihat Hanson.
from : little fairy
to :angry eonny & vanilla eonny
ya!!,dia milikku,kalian tidak boleh iri padaku,hehe
“Apa maksudmu, Pixie?”Anel dan Vanilla kembali
menatap Pixie tajam.
“Hehehe...Mianhae* Eonny, peace
no war!”Pixie mengacungkan dua jarinya, Irghi menahan tawa melihatnya.
“Perkenalkan nama saya Alan,
semoga kita bisa bekerja sama”ujar Alan sambil menatap Angel lembut, Angel
hanya melihatnya sinis, namun Alan tetap tersenyum. Hanson masih mengitarkan
matanya ke seluruh kelas, sementara Irghi tersenyum melihat wajah Pixie.
“Baiklah, sekarang kalian sudah
mengenal pembimbing kalian masing-masing. Dan mulai sekarang Hanson, Irghi dan
Alan yang memegang kekuasaan pada diri kalian, semoga kalian
bersenang-senang”Mr.Willson meninggalkan ruang kelas perbaikan.
“Hey, kau kan yang bernama
Vanilla?ayo ikut aku!!”ujar Hanson sambil menunjuk Vanilla,
“Siapa yang akan
mengikutimu?memangnya aku budakmu?”balas Vanilla tajam.
“Ikut saja denganku, jangan
banyak bicara!!”Hanson meraih tas Vanilla dan langsung keluar, Vanilla
menatapnya benci, ia mengambil jaketnya dan terpaksa mengikuti perintah
Hanson.Alan tersenyum dan menatap Angel lembut.
“Kau mau belajar dimana?, aku
akan menuruti kemauanmu”ujar Alan,
“Aku tak butuh tatapan lembutmu,
dan aku hanya ingin beada disini!!, aku tak mau kemana-kemana!”Angel menjawab
dengan tatapan sinis dan kejam.
“Baiklah, kalau begitu, ayo
keluarkan bukumu, dan kita mulai”Alan tetap
sabar menghadapi Angel, dan tetap memancarkan senyumnya.Irghi
menghampiri meja Pixie dan menatapnya.
“Ekspresimu tadi
lucu,,,hehehe”Irghi tertawa, Pixie tersenyum senang melihat Irghi tersenyum.
“Cincha?Jeongmal*?Nan aegyo*?”tanya
Pixie bertubi-tubi.
“Ne,,neo aegyo. Mh..kau bisa
bahasa korea?Darimana?, ayo kita lanjutkan ngobrol belajar di taman!”Irghi
mengambil tas Pixie, lalu beranjak pergi.Pixie mengikutinya, lalu menengok ke
arah Angel, mengepalkan tangannya dan mengangkatnya,
“Eonny,,Hwaiting*!!”Pixie
berlari, Angel mengepalkan tangannya seakan-akan meninju Pixie.
“Kenapa?”tanay Alan,
“Bukan urusanmu”jawab Angel
galak,
“Baiklah”Alan mulai menulis di
papan tulis.
@@@
About Irghi and Pixie..
Irghi dan Pixie menuju taman belakang sekolah
yang hijau. Pixie terus memancarkan senyum di wajahnya, sedangkan Irghi
berjalan santai sambil menikmati alunan musik yang di putarkan sekolah. Namun
tiba-tiba,
“Bruk” terdengar suara seseorang yang terjatuh.
Irghi menengok ke belakang dan melihat Pixie jatuh, ia langsung menolongnya.
“Kau kenapa?” tanya Irghi kawatir.
“Aduh, lumayan sakit juga ya!” Pixie memegangi
lututnya yang berdarah.
“Kenapa bisa begini?” tanay Irghi lagi, Pixie
tersenyum miris, lalu berdiri sambil membersihkan roknya.
“Mianhae, tali sepatuku lepas, dan aku tak
sengaja menginjaknya, aku tak baisa mengenakan sepatu tali,
hehehehe,,,geojheong hajima sunbae, nan gwencana!” Pixie tersenyum manis. Irghi
hanya menatapnya heran, lalu mengangguk-angguk tak jelas, wajahnya memerah
melihat senyum Pixie. Pixie hanya menatap Irghi heran.
“Wajah sunbae kenapa memerah?” tanya Pixie
lugu, Irghi menggeleng lalu tersenyum.
“Mhh..sudahlah, ayo kkita ke UKS dulu, mencari
obat merah dan plaster untuk mengobati lukamu, jika tak segera di obati, nanti
infeksi” Irghi berjalan cepat meninggalkan Pixie yang masih menatapnya heran,
Irghi belok ke arah kanan.
“Sunbae, kau salah jalan” teriak Pixie. Irghi
ling lung mendengarnya dan berbalik arah. Wajahnya tampak kebingungan, Pixie
yang sekarang ada di depannya tertawa ketika melihat Irghi.
“Sunbae, neomu aegyo*, hehehe” Pixie tertawa.
Irghi hanya bisa menggaruk kapalanya yang tidak gatal.
“Hehehe,,mian. Lalu mana arah benar” tanya
Irghi. Pixie menepuk dadanya beberapa kali lalu berjalan ke arah kiri,
membimbing Irghi yang ling lung. Irghi tampak menundukkan kepalanya karena
malu, ia mengikuti Pixie. Pixie berhenti di depan sebuah ruangan dan
memasukinya.
“Sunbae, ini UKSnya, masuklah!” teriak Pixie
dari dalam rangan.
“Oke, aku akan masuk” Irhi memasuki ruangan
itu, dan melihat Pixie sedang berusaha untuk mengambil kotak P3K di rak paling
atas, Irghi menghampirinya dan mengambil kotak P3K itu, lalu tersenyum pada
Pixie, Pixie membalas senyumnya.
“Kemarilah, kau ini sudah
terluka masih saja bertingkah” Irghi menarik kursi untuk di duduki olah Pixie,
Pixie berlari ke arah Irghi dan lagi-lagi.
“Bruk...Aw” Pixie kembali menginjak tali
sepatunya yang memang belum ia benarkan. Irghi menolongnya dan membantu Pixie
duduk di kursi yang sudah ia sediakan.
“Kau ini, jadi luka semua telapak tanganmu”
Irghi dengan sigap mengambil obat-obatan dari kotak P3K, lalu segera
membersihkan luka-luka Pixie dan langsung membalutnya dengan plaster
warna-warni.
“Selesai” Irghi memnereskan semua obat-obatan
yang telah ia gunakan dan memasukkannya lagi ke dalam kotak. Pixie terpukau
melihat kelincahan Irghi mengobati luka. Lalu ia bertepuk tangan sambil
tersenyum.
“Kenapa bertepuk tangan?, apa tanganmu tidak
sakit” Irghi heran melihat Pixie bertepuk tangan sementara tangannya sedang
terluka.
“Aku salut padamu, bukankah aku tak perlu
kawatir lagi bila tanganku sakit?, bukankah sudah ada sunbae yang akan
menyembuhkan lukakku?, sperti ini contahnya” Pixie mengangkat tangannya,
menunjukkan balutan plaster rapi yang melekat di telapak tangannya, Pixie
tersenyum penuh kebahagiaan. Sedangkan Irghi kaget mendengar jawaban seorang
gadis luguyan yang berada di depannya sekarang.
“Gadis
yang benar-benar polos” ujar Irghi pada hatinya sendiri. Irghi tersenyum
dan menatap Pixie lembut.
“Kalau begitu, bagaimana kalau hari ini kita habiskan
untuk perkenalan dulu?, besok baru kita mulai belajar” ujar Irghi.
“Yes...aku berhasil, hehehehe...hari ini gak
belejar, YES!!” ujar Pixie semangat, Irghi terbelalak mendengar ucapan Pixie.
“Sebelumnya, bolehkah aku memanggilmu dengan
sebutan ‘Oppa’, kurasa sebutan ‘Sunbae’ terlalu resmi untukmu, hehehe” lanjut
Pixie, Irghi hanya bisa mengangguk setuju. Ia masih belum percaya bisa di
bohongi gadis polos di depannya.
“Oppa, kalau begitu sekarang ajarkan aku menali
sepatu ini, aku bingung bagaimana caranya supaya tali ini tak gampang lepas!!”
pinta Pixie, Irghi merekahkan senyum manisnya, “Gadis yang menarik” Irghi kembali mengatakannya dalam hati. Irghi
mulai mengajari Pixie yang benar-benar tak tahu cara menali sepatu, Pixie terus
memperhatikan Irghi dengan baik.
Meskipun Irghi sudah mengajari Pixie
berkali-kali, Pixie tetap belum mengetahui cara menali sepatu, karena yang ia
perhatikan bukanlah tali sepatunya melainkan seorang namja di depannya. #sabar ya Irghi,,,selamat menjelaskan
padanya!!! HWAITING#
***1b nya menyusul ya!!!koment jangan lupa ya!!,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar