About Hanson and Vanilla...
Vanilla terus menikuti Hanson
dari belakang. Hanson yang tak tahu ingin
kemana, hanya jalan tak tahu arah. Tiba- tiba mereka sudah sampai di
taman belakang sekolah, Hanson duduk di bangku depan air mancur, Vanilla masih
berdiri mematung.
“Kenapa masih berdiri, cepat
duduk!!” ujar Hanson.
“Darimana kau tahu tempat ini?”
tanya Vanilla.
“Aku juga tak tahu, sudah cepat
duduk!!” jawab Hanson singkat. Vanilla menuruti kemauan Hanson. Vanilla masih
bingung ternyata sekolah inij ada taman yang indah.
“Ini tasmu, ambil dan buka buku
matematikamu!!” Hanson melempar tas Vanilla. Vanilla menatap Hanson sinis.
“Apa liat-liat?” Hanson yang
merasa Vanilla melihatnya, langsung menatap Vanilla tajam.
“Aku tak melihatmu, aku hanya
melirik mu.. Kenapa kau menatapku tajam?, mau adu pandangan?” Vanilla menantang.
“Cih,, tak perlu, sudah pasti
kau yang kalah” Hanson sewot.
“Cih,, kau pikir bisa
mengalahkanku!” gumam Vanilla. Vanilla dengan malas-malasan mengambil buku dan
pensil dari tasnya. Vanilla memakai jaketnya dan memasang headset di
telinganya. Hanson mulai menjelaskan pangjang lebar tentang matematika. Vanilla
hanya mengangguk sambil memainkan pensilnya.
Vanilla menikmati musik dari
headsetnya, sementara Hanson menjelaskan dengan sangat serius.
“Apa kau sudah mengerti?” tanya
Hanson, Vanilla masih memainkan pensilnya.
“Hey!” panggil Hanson. Vanilla
tak mendengar panggilan Hanson, karena lantunan musik keras di telinganya.
Hanson menarik topi jaket Vanilla, Vanilla menengok ke arah Hanson, lalu
melepas headsetnya.
“Ada apa?” tanya Vanilla cuek.
Hanson menatap Vanilla tajam.
“Kau tak mendengarkan
penjelasaku?” tanya Hanson galak.
“Kau tak kasihan padaku, yang
sudah susah payah menjelaskan ini semua padamu?, izh, bagaimana bisa kau
menjadi orang yang pintar!, jika kau selalu seperti ini!. Iya aku tahu kau oran
g kaya, aku tahu kau bisa membeli semua hal, tapi kepintaran tak bisa di beli
dengan hartamu itu, kau tahu?, banyak orang di luar sana ingin bersekolah di
sekolah mewah seperti ini!, kau seharusnya bersyukur masih bisa sekolah. Tapi
kenapa kau menyia-nyiakannya?, kau harus mulai belajar!, baiklah kalau kau tak
mau belajar denganku, aku akan pergi dari sini” ujar Hanson panjang lebar dan
langsung berjalan pergi.
Vanilla sedikit tersentuh mendengar ucapan
Hanson, namun hanya sebentar. Tiba-tiba smartphone Vanilla berbunyi, Vanilla
membuka pesan yang masuk,
from : angel
to :me
hey!!,kutunggu di tempat biasa!!!
“Aish, ada apa lagi ini?”
Vanilla langsung membereskan buku dan pensilnya ke tas, lalu segera pergi ke
tempat biasa.
@@@
kajja!!!,fairy minta komennya nih,maaf ya fanfictionnya gaje.. hehe jeongmal mianhada!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar