Selasa, 14 Mei 2013

Fanfiction "Red Eyes" part 2a

hai.. hai... fairy kembali lagi nih,, kita lanjutin fanfiction yang kemaren ya!!,
NO COPAS,NO BULLY oke!! ^^

cek it out



Kedua oppaku itu melihat ke arah yang ku tunjuk,kemudian mereka saling bertatapan,dan menghela nafas panjang.lalu menatapku cemas,seakan ada sesuatu yang mengkhawatirkan.

“kenapa kalian natap aku sebegitunya?,waeyo?”tanyaku gelisah,mataku|
juga sudah mulai memerah,seperti biasa.

“mianhae yun bi-ah,tapi bisakah kita bicarakan ini baik baik sambil duduk?,kami akan menjelaskan segalanya tapi kamu harus janji terlebih dahulu,kalo kamu gak akan sedih!”kata junhyung oppa

“ne, yun bi-ah,kamu harus janji dulu sama kita kamu gak bakal sedih dengernya!ya?”yoseob oppa menatapku lembut.aku mengangguk,kami mencari tempat yang nyaman untuk di singgahi.Kami duduk di bawah pohon maple dekat sungai.

“yun bi-ah,sebenarnya.... emhh...”suara junhyung oppa hilang seketika

“sebenarnya apa oppa?,katakan saja padaku”

“baiklah aku yang akan menjelaskannya.yun bi-ah sebenarnya, minwoo tak seperti yang kamu fikirkan, dia bukan sesosok yang baik,dia bukan sesosok yang lugu,wajahnya telah menipumu yun bi-ah,sebenarnya dia sudah berpacaran dengan seorang yang bersamanya tadi,kalau tidak salah namanya chara,!”jelas yoseob oppa panjang lebar

“mhh... begitu,kenapa kalian tidak memberitahuku sebelumnya,agar aku tak terlalu cinta padanya?,jadi sekarang aku harus bagaimana?,apa aku harus melupakannya?”kataku,aku mencoba tersenyum agar mataku tak terlihat merah.

“itu terserah kau yun bi-ah,mianhae, kami baru memberitahumu!”wajah junhyung oppa terlihat di bahagia bahagiakan.aku hanya bisa tertunduk dan mengangguk,mataku hampir memenuhi kesempurnaan merahnya,namun kucoba tenangkan diri.masih tak menyangka minwoo oppa berbuat hal yang tak terduga itu.Matahari sudah hampir tak terlihat di ufuk barat,aku langsung mengajak kedua  

 oppaku untuk kembali pulang ke asrama.kusembunyikan seburat kesedihanku,dibalik senyuman yang aku pancarkan,tapi kelihatannya kedua oppaku bisa menebaknya,karena mataku setengah memerah.memang aku tak pandai berbohong.

Ketika kami akan menyebrang jalan raya,ada sesosok aneh di sebelah ajhumma yang membawa barang belanjaan.ku perhatikan gerak geriknya.mencurigakan.Tiba-tiba seseorang aneh itu mengambil tas ajhumma itu dan berlari tepat di sebelahku.ajhumma itu berteriak meminta pertolongan.yoseob oppa dan junhyung oppa yang juga menyadarinya sigap menangkap penjahat itu,dan memegang kedua tangannya.namun sayang pencuri itu terlalu kuat dan akhirnya merengkuhku dan menjulurkan pisau ke dekat leherku yang tertutup scraf

“YUN BI-AH”yoseob oppa dan juhnyung oppa berteriak panik melihatku

“jangan mendekat!!!,atau kalau tidak akan kuhabisi bocah tengil ini”kata penjahat ini,selama ini aku benci di bilang tengil,sangat sangat benci dengan kata tengil,dan sekarang berani beraninya penjahat ini memanggilku bocah tengil.mataku mulai memerah memerah seperti darah,tubuhku menjadi kuat dan seketika ku tatap mata penjahat itu.

“yun bi,kamu mau apakan penjahat itu?”yoseob oppa berteriak

“KAMU,KENAPA AJHUSSI MENGAMBIL TAS MILIK AJHUMMA ITU?,TAK TAHUKAH ITU BARANG MILIKNYA?,BUKANKAH TUHAN TAK PERNAH MENYURUHMU UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN SEPERTI INI, DENGARKAN AKU!!!,JIKA KAU MELAKUKAN KEJAHATAN SEPERTI INI LAGI MATI KAU!!” ujarku emosi,penjahat itu terlihat terkejut dan takut melihat mataku yang merah dan meneteskan darah, penjahat itu tetap di genggamanku,ku suruh dia melepaskan senjatanya dan ku suruh mengembalikan tas milik ajhumma tadi. Aku menyerahkannya pada ajhussi yang ada di situ agar di serahkan ke pihak yang berwajib.Terlihat ajhumma tadi langsung menghindar dari ku,mungkin takut terhadapku yang sedang marah seperti ini,kata terima kasih pun tak ia ucapkan,namun aku mencoba memakluminya.

“yun bi-ah. sudah yun bi,tenangkan dirimu,penjahat itu akan sampai di kantor polisi”kata junhyung oppa menenangkan

“sudah yun bi,hentikan ayo tenangkan dirimu”yoseob oppa memelukku erat,darah yang mengalir dari mataku mengotori jaket abu abunya,aku mulai tenang,junhyung oppa juga memelukku lembut.

“hiks hiks hiks,oppa bolehkah aku menangis di pelukan kalian”pintaku dengan mata merah.

“tentu saja,kau boleh menangis sepuasmu yun bi-ah,tapi setelah ini kau tak boleh menangis lagi ne!” ujar yoseob oppa yang masih memelukku

“aku tak keberatan kau menangis di pelukanku yun bi”junhyung oppa menyambung,ia mengelus rambutku perlahan dan dengan lembut dan penuh kasih sayang.Aku menangis meluapkan segala kesedihanku tadi,emosiku sudah lega namun kenyataan tentang perbuatan minwoo oppa tak bisa membuatku tenang.


segini dulu ne!, soalnya enggak bisa nge post bnyk bnyk, maaf nih di jadiin 2a,2b,2c,atau lainnya, maaf ya!!! semoga kalian suka... komennya jangan lupa ne!! ^^ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar