Selasa, 14 Mei 2013

A Change Part 1d

jaljayo cingu???,ini post-an terakhir malam ini ya!!,jadwal sekolah Fairy padat,jadi harus segera tidur,biar besok enggak bangun telat hehe numpang curcol dikit ya!! :) #PLAKK, udah ah, yuk kita lanjut,jangan lupa tinggalkan coment,GUMAWWOO. JALJAYO!!!



“Oppa, lihat aku sudah bisa menalinya!”ujar Pixie gembira. Irghi mengusap keringat yang bercucuran di dahinya.
      “Ah..mianhada*, aku membuatmu lelah” ujar Pixie sambil mengelap keringat Irghi dengan sapu tangannya, Irghi menatap Pixie kaget.






      “Gumawo*, akirnya kau bisa juga menali sepatu” ujar Irghi lembut, Pixie tersenyum. Tiba-tiba smartphonenya berbunyi, Pixie menatap ke layar smartphonenya, ada pesan dari |
Angel, Pixie membukanya,

from :angry eonny
to : little fairy

hey curut!!,kutunggu di tempat biasa!!!AWAS TELAT
  
      “Ah...Oppa, aku harus pergi sekarang, ini untuk mengelap keringatmu. Aku pergi ya, dah!” Pixie meberikan sapu tangannya pada Irghi lalu pergi meninggalkan Irghi sendiri, Irghi menatap sapu tangan yang di berikan Pixie sambil tersenyum.

@@@

      “Hey..kenapa kau baru sampai?, kami sudah menunggu terlalu lama” teriak Angel saat melihat Pixie yang baru sampai di cafe.
      “Arrhh,,, aku bosan, pasti kau yang telat!!” sambung Vanilla.
      “Mianhae eonny..Huhh, aku sudah berusaha untuk tidak telat, tapi tetap saja aku telat” Pixie langsung duduk di sebelah Vanilla.
      “Huh, Alan sungguh menyebalkan!” keluh Angel.
      “Hanson juga sama dengan guru-guru kiler yang lainnya!” Vanilla ikut merenungi nasib.
      “Enggak tuh, Irghi Oppa baik kok, dia beda sama guru yang lain” ujar Pixie dengan mimik bahagia.
      “Apa?, kau memanggilnya Oppa?” tanya Vanilla dan Angel berbarengan.
      “Eonny.. jangan terlalu kompak dong!!, aku kaget nih, kalo jantungan gimana?” ujar Pixie kaget.
      “Ngapain loe manggil dia Oppa?” ujar Vanilla.
      “Janagn-jangan, loe malu-maluin image VAP lagi?. Aduh Pixie, loe tuh jangan merusak image VAP dong!!” Angel memarahi Pixie.
      “Eonny,,, makanya dengerin ceritaku dulu!” lanjut Pixie.
      “Loe pasti lebay deh di depan Irghi?” ujar Vanilla sambil menepuk dahinya.
      “Enggak eonny.. Ceritanya tuh gini....” Pixie menceritakan semua yang terjadi. Vanilla dan Angel melotot mendengar cerita Pixie.
      “Gitu ceritanya!, trus kalo cerita kalian gimana?” tanya Pixie.
      “Ihh, gue males nyeritain cerita gue hari ini” jawab Vanilla.
      “Gue juga males nyeritain!” jawab Angel.
      “Ahh,, kalian nih gitu loh, akukan udah nyeritain ke kalian.. Ayolah eonny!. Jaebal!” ujar Pixie sambil menunjukkan wajah melasnya.
      “Le to the bay!!” ujar Vanilla dan Angel bersamaan.
      “Ehhm... Kalo Alan tuh, sok sabar banget, mana ngatain gue gila lagi!!, kurang ajar!, jadi gue tinggalin deh, gue pamitnya ke toilet, mungkin sampek sekarang dia masih nungguin gue di kelas... Biar dia tahu rasa!” Angel mengepalkan telapak tangannya.
      “Kalo Hanson mah orangnya gak sabaran, tadi aja dia yang ninggalin gue, sebenernya kata-kata dia tadi, sedikit menyentuh sih.. Tapi cuma sebentar” Vanilla bercerita.
      “Mungkin kalian yang kurang memahami mereka, Irghi Oppa aja berhasil ngajarin aku nali sepatu, nih buktinya!” ujar Pixie sambil menunjukkan tali sepatunya.
      “Cihh,, ya itukan menurut loe!, mereka nih sok-sok’an aja!” sahut Angel.
      “Iya tuh,,, cuma menang sangarnya aja!” ujar Vanilla. Pixie iseng-iseng menengok ke belakang, lalau cepat-ceoat berbalik dan berbisik.
      “Eonny,, ada orangnya, tuh di belakang kita” Pixie menutupi wajahnya dengan kedua tanganya. Vanilla dan Angel menoleh kebelakang dan menemukan tiga sosok laki-laki yang mentap mereka sinis.
      “Angel!. Kamu ngebiarin aku nunggu lama, Padahal kamu gak akan balik lagi!, aku tadikan udah minta maaf sama kamu” ujar Alan.
      “Loe pikir maaf bisa nyelesain semua masalah?, loe tuh dah nyakitin perasaan gue!” Angel membela diri.
      “Heh, loe harusnya sadar, loe salah, jadi Angel berhak ngehukum loe kayak gitu!” Vanilla membela Angel.
      “Loe gak usah ikut-ikutan deh!” sahut Hanson. Irghi dan Pixie bingung melihat kakak-kakaknya.
      “Emang kenapa kalo dia ngebelain gue, masalah buat loe?” ujar Angel kesal.
      “Oh My God.. Teganya kau mempermainkanku!!” ujar Alan yang tetap sabar.
      “Sudahlah hyung!!, tenangkan dirimu!” ujar Irghi sambil merangkul pundak Alan.
      “Kalo kalian gak mau belajar sama kita ya udah!!.. Kita akan pergi sakarang!!.. Ayo Alan , Irghi kita pergi dari sini!!!”  Hanson langsung keluar lalu di ikuti oleh Alan dan Irghi.
      “Ya udah sana pergi!!.. Siapa yang akan perduli!!” teriak Angel.
      “Kita gak butuh guru kaya kalian!!!” lanjut Vanilla sambil menatap punggung tiga orang itu.
      “Sunbae, oppa kajima*!!!” teriak Pixie dengan wajah bersedih, Angel dan Vanilla langsung menatap Pixie tajam.
      “Ngapain loe nyegah mereka pergi?” Angel memarahi Pixie.
      “Loe mau ngebelain mereka?, ya udah sana pergi!!!” lanjut Vanilla kejam. Pixie menunduk takut.
      “Mianhae eonny, aku gak bermaksud belain mereka.. Please, apologize me!!” Pixie memohon dengan mimik memelas.
      “Pixie, hentikan!!, aku gak suka liat muka loe” Angel menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
      “Le to the bay!” lanjut Vanilla. Pixie bersyukur, karena jika kakak-kakaknya sudah berbicara seperti itu berarti ia sudah termaafkan.
     
@@@

      Hanson, Alan dan Irghi masih berjalan di koridor sekolah. Hanson masih merasa kesal terhadap VAP. Irghi masih sibuk menenangkan Alan.
      “Hyung, jadi sekarang kita gak akan ngajar mereka lagi?” tanya Irghi.
      “Kurasa mereka tak akan berubah!” jawab Hanson.
      “Lalu bagaimana biaya sekolah kita?” tanya Alan.
      “Yah!, terpaksa kita harus cari kerjaan lain” jawab Hanson pasrah.
      “Mmhh, berarti kita harus secepatnya mencari pekerjaan, sepulang sekolah nanti kita harus langsung cari pekerjaan baru” ujar Alan takut-takut.
      “Mmhh, aku akan menurut” Irghi pasrah. Sebenarnya ia sedikit menyesal karena menyia-nyiakan pekerjaan dengan gaji sebesar itu
      Hanson segera memberi tahu Mr. Willson tentang keputusannya tadi, Mr.Willaon hanya mengangguk-angguk.
      “Kamu serius mau mengundurkan diri?” tanya Mr.Willson.
      “Iya Sir.. Saya, Alan dan Irghi akan mengundurkan diri” jawab Hanson mantap.
      “Baiklah kalau itu mau kalian.. Saya tanya sekali lagi, apa kalian tak sayang dengan gaji yang bisa membiayai sekolah serta keluarga kalian?” Mr.Willason menatap Hanson tajam.
      “Sebenarnya, kami tak mau menyia-nyiakannya, tapi kami rasa kami tak bisa merubah mereka.. Jadi kami mohon maaf, karena tidak bisa menepati janji kami” Hanson menjawabnya dengan lembut.
      “Baiklah kalau begitu, perjanjian resmi di batalkan!” Mr.Willson merobek kontrak itu, lalu Hanson keluar ruangan. Irghi dan Alan menghampiri Hanson.
      “Mhh,, bagaimana hyung?” tanya Irghi lesu.
      “Kontrak resmi di batalkan” sahut Hanson cuek.
      “Ayo!!. Tetap semangat menjalani hidup!!” Alan balik menyemangati Irghi. Irghi tersenyum puas.
     
@@@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar