“Oppa, lihat aku sudah bisa menalinya!”ujar Pixie gembira. Irghi mengusap
keringat yang bercucuran di dahinya.
“Ah..mianhada*, aku membuatmu
lelah” ujar Pixie sambil mengelap keringat Irghi dengan sapu tangannya, Irghi
menatap Pixie kaget.
“Gumawo*, akirnya kau bisa juga menali sepatu” ujar Irghi lembut, Pixie tersenyum. Tiba-tiba smartphonenya berbunyi, Pixie menatap ke layar smartphonenya, ada pesan dari |
Angel, Pixie membukanya,
from :angry eonny
to : little fairy
hey curut!!,kutunggu di tempat biasa!!!AWAS TELAT
“Ah...Oppa, aku harus pergi
sekarang, ini untuk mengelap keringatmu. Aku pergi ya, dah!” Pixie meberikan
sapu tangannya pada Irghi lalu pergi meninggalkan Irghi sendiri, Irghi menatap
sapu tangan yang di berikan Pixie sambil tersenyum.
@@@
“Hey..kenapa kau baru sampai?,
kami sudah menunggu terlalu lama” teriak Angel saat melihat Pixie yang baru
sampai di cafe.
“Arrhh,,, aku bosan, pasti kau
yang telat!!” sambung Vanilla.
“Mianhae eonny..Huhh, aku sudah
berusaha untuk tidak telat, tapi tetap saja aku telat” Pixie langsung duduk di
sebelah Vanilla.
“Huh, Alan sungguh menyebalkan!”
keluh Angel.
“Hanson juga sama dengan
guru-guru kiler yang lainnya!” Vanilla ikut merenungi nasib.
“Enggak tuh, Irghi Oppa baik
kok, dia beda sama guru yang lain” ujar Pixie dengan mimik bahagia.
“Apa?, kau memanggilnya Oppa?”
tanya Vanilla dan Angel berbarengan.
“Eonny.. jangan terlalu kompak
dong!!, aku kaget nih, kalo jantungan gimana?” ujar Pixie kaget.
“Ngapain loe manggil dia Oppa?”
ujar Vanilla.
“Janagn-jangan, loe malu-maluin
image VAP lagi?. Aduh Pixie, loe tuh jangan merusak image VAP dong!!” Angel
memarahi Pixie.
“Eonny,,, makanya dengerin
ceritaku dulu!” lanjut Pixie.
“Loe pasti lebay deh di depan
Irghi?” ujar Vanilla sambil menepuk dahinya.
“Enggak eonny.. Ceritanya tuh
gini....” Pixie menceritakan semua yang terjadi. Vanilla dan Angel melotot
mendengar cerita Pixie.
“Gitu ceritanya!, trus kalo
cerita kalian gimana?” tanya Pixie.
“Ihh, gue males nyeritain cerita
gue hari ini” jawab Vanilla.
“Gue juga males nyeritain!”
jawab Angel.
“Ahh,, kalian nih gitu loh,
akukan udah nyeritain ke kalian.. Ayolah eonny!. Jaebal!” ujar Pixie sambil
menunjukkan wajah melasnya.
“Le to the bay!!” ujar Vanilla
dan Angel bersamaan.
“Ehhm... Kalo Alan tuh, sok
sabar banget, mana ngatain gue gila lagi!!, kurang ajar!, jadi gue tinggalin
deh, gue pamitnya ke toilet, mungkin sampek sekarang dia masih nungguin gue di
kelas... Biar dia tahu rasa!” Angel mengepalkan telapak tangannya.
“Kalo Hanson mah orangnya gak
sabaran, tadi aja dia yang ninggalin gue, sebenernya kata-kata dia tadi,
sedikit menyentuh sih.. Tapi cuma sebentar” Vanilla bercerita.
“Mungkin kalian yang kurang
memahami mereka, Irghi Oppa aja berhasil ngajarin aku nali sepatu, nih
buktinya!” ujar Pixie sambil menunjukkan tali sepatunya.
“Cihh,, ya itukan menurut loe!,
mereka nih sok-sok’an aja!” sahut Angel.
“Iya tuh,,, cuma menang
sangarnya aja!” ujar Vanilla. Pixie iseng-iseng menengok ke belakang, lalau
cepat-ceoat berbalik dan berbisik.
“Eonny,, ada orangnya, tuh di
belakang kita” Pixie menutupi wajahnya dengan kedua tanganya. Vanilla dan Angel
menoleh kebelakang dan menemukan tiga sosok laki-laki yang mentap mereka sinis.
“Angel!. Kamu ngebiarin aku
nunggu lama, Padahal kamu gak akan balik lagi!, aku tadikan udah minta maaf
sama kamu” ujar Alan.
“Loe pikir maaf bisa nyelesain
semua masalah?, loe tuh dah nyakitin perasaan gue!” Angel membela diri.
“Heh, loe harusnya sadar, loe
salah, jadi Angel berhak ngehukum loe kayak gitu!” Vanilla membela Angel.
“Loe gak usah ikut-ikutan deh!”
sahut Hanson. Irghi dan Pixie bingung melihat kakak-kakaknya.
“Emang kenapa kalo dia ngebelain
gue, masalah buat loe?” ujar Angel kesal.
“Oh My God.. Teganya kau
mempermainkanku!!” ujar Alan yang tetap sabar.
“Sudahlah hyung!!, tenangkan
dirimu!” ujar Irghi sambil merangkul pundak Alan.
“Kalo kalian gak mau belajar
sama kita ya udah!!.. Kita akan pergi sakarang!!.. Ayo Alan , Irghi kita pergi
dari sini!!!” Hanson langsung keluar
lalu di ikuti oleh Alan dan Irghi.
“Ya udah sana pergi!!.. Siapa
yang akan perduli!!” teriak Angel.
“Kita gak butuh guru kaya
kalian!!!” lanjut Vanilla sambil menatap punggung tiga orang itu.
“Sunbae, oppa kajima*!!!” teriak
Pixie dengan wajah bersedih, Angel dan Vanilla langsung menatap Pixie tajam.
“Ngapain loe nyegah mereka
pergi?” Angel memarahi Pixie.
“Loe mau ngebelain mereka?, ya
udah sana pergi!!!” lanjut Vanilla kejam. Pixie menunduk takut.
“Mianhae eonny, aku gak
bermaksud belain mereka.. Please, apologize me!!” Pixie memohon dengan mimik
memelas.
“Pixie, hentikan!!, aku gak suka
liat muka loe” Angel menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“Le to the bay!” lanjut Vanilla.
Pixie bersyukur, karena jika kakak-kakaknya sudah berbicara seperti itu berarti
ia sudah termaafkan.
@@@
Hanson,
Alan dan Irghi masih berjalan di koridor sekolah. Hanson masih merasa kesal
terhadap VAP. Irghi masih sibuk menenangkan Alan.
“Hyung,
jadi sekarang kita gak akan ngajar mereka lagi?” tanya Irghi.
“Kurasa
mereka tak akan berubah!” jawab Hanson.
“Lalu
bagaimana biaya sekolah kita?” tanya Alan.
“Yah!,
terpaksa kita harus cari kerjaan lain” jawab Hanson pasrah.
“Mmhh,
berarti kita harus secepatnya mencari pekerjaan, sepulang sekolah nanti kita
harus langsung cari pekerjaan baru” ujar Alan takut-takut.
“Mmhh,
aku akan menurut” Irghi pasrah. Sebenarnya ia sedikit menyesal karena
menyia-nyiakan pekerjaan dengan gaji sebesar itu
Hanson
segera memberi tahu Mr. Willson tentang keputusannya tadi, Mr.Willaon hanya
mengangguk-angguk.
“Kamu
serius mau mengundurkan diri?” tanya Mr.Willson.
“Iya
Sir.. Saya, Alan dan Irghi akan mengundurkan diri” jawab Hanson mantap.
“Baiklah
kalau itu mau kalian.. Saya tanya sekali lagi, apa kalian tak sayang dengan
gaji yang bisa membiayai sekolah serta keluarga kalian?” Mr.Willason menatap
Hanson tajam.
“Sebenarnya,
kami tak mau menyia-nyiakannya, tapi kami rasa kami tak bisa merubah mereka..
Jadi kami mohon maaf, karena tidak bisa menepati janji kami” Hanson menjawabnya
dengan lembut.
“Baiklah
kalau begitu, perjanjian resmi di batalkan!” Mr.Willson merobek kontrak itu,
lalu Hanson keluar ruangan. Irghi dan Alan menghampiri Hanson.
“Mhh,,
bagaimana hyung?” tanya Irghi lesu.
“Kontrak
resmi di batalkan” sahut Hanson cuek.
“Ayo!!.
Tetap semangat menjalani hidup!!” Alan balik menyemangati Irghi. Irghi
tersenyum puas.
@@@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar